Bahaya Pemanis, Penyedap, Pengawet dan Pewarna Buatan pada Makanan




BAHAYA BAHAN MAKANAN TERHADAP KESEHATAN
     Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh isu melamin yang ditemukan pada susu bayi di China yang menyebabkan puluhan ribu bayi menderita sakit, lebih dari 6240 kasus batu ginjal pada bayi dan jumlah kematian 3 bayi. Melalui inspeksi yang dilakukan oleh China dan Rsquos National Inspection Agency, ditemukan paling sedikit 22 pabrik susu dimana produknya mengandung melamin. Pertanyaannya, mengapa melamin ditambahkan pada susu formula bayi? Agar volume susu lebih banyak maka ditambahkanlah air pada susu mentah. Akibatnya kandungan protein lebih rendah. Sedangkan perusahaan yang menggunakan susu untuk produksi (misalnya membuat susu formula bayi bubuk) biasanya mengecek level protein dengan menggunakan test kandungan nitrogen. Penambahan melamin dapat meningkatkan kandungan nitrogen pada susu dan dengan demikian kandungan proteinpun meningkat. Kasus melamin pernah terjadi pada tahun 2007, dimana gluten gandum dan konsentrat beras yang diekspor dari China ke U.S.A yang dipakai untuk produksi makanan hewan pelihara (pe food) di Amerika mengandung melamin. Kejadian ini menyebabkan kematian dalam jumlah besar anjing dan kucing karena gagal ginjal.
     Masalah bahan kimia yang dicampur ke dalam makanan bukan hal baru, oleh karena itu pada hari ini kita akan sedikit mengulas bahan tambahan makanan (terutama yang berasal dari zat kimia) apa saja yang berbahaya dan bagaimana caranya agar terhindar dari bahayanya. SEBENARNYA APA ITU BAHAN TAMBAHAN MAKANAN? BTM adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan baik alami atau artificial agar makanan itu mejadi awet, tampil lebih menarik dan rasa lebih tajam. Memang ada BTM yang dianggap aman, tetapi ada juga yang bersifat karsinogenik atau toksik.
      Anak yang hiperaktif, alergi, asma dan migran sering diasosiasikan dengan BTM. Diperkirakan ada balasan ribu zat kimia buatan manusia yang ditambahkan pada makanan modern sekarang ini. BTM bukanlah nutrisi alamiah untuk manusia. Sebenarnya tubuh manusia tidaklah diciptakan untuk diekspos dengan tingkat  kimia dari BTM yang seperti sekarang ini yang kita alami. Untuk orang-orang tertentu BTM tidak menimbulkan masalah tetapi beberapa BTM dapat memberikan reaksi seperti: Masalah pencernaan, diare dan sakit perut. Masalah saraf, hiperaktif, insomnia dan iritasi. Masalah yang berhubungan dengan pernapasan, asma, sinusitis. Masalah kulit, gatal-gatal, bengkak, ruam. MENGAPA BTM DIAPAKAI? Tadi sudah disebutkan, agar makanan menjadi awet, tampil menarik dan rasanya lebih tajam/enak. Intinya agar produknya lebih menarik pembeli dan yang sudah pasti meningkatkan profit. APA SAJA JENIS-JENIS BAHAN TAMBAHAN MAKANAN? Ada pengawet, pewarna, penyedap, pemanis, pemutih, pengental, pemutih, dll.
       Semua bahan tambahan makanan ini ada yang alami dan ada yang artifical. Dalam beberapa puluh tahun belakang ini, dengan semakin meningkatkan teknologi, BTM pun sudah semakin canggih (maksudnya semakin tidak alamiah lagi). Kami pilih topic ini karena begitu banyaknya makanan kemasan yang dijual dengan BTM yang bermacam-macam, ada yang sesuai peraturan pemakaian yang diizinkan oleh Organisasi Kesehatan resmi dari negaranya dan dicantumkan pada kemasan tetapi ada juga yang tidak sesuai dan tidak dicantumkan pada kemasan. Ini sangat berbahaya, kita mulai dengan pengawet.
    Sebenarnya pengawet makanan sudah mulai digunakan manusia berabad-abad lamanya. Garam, gula atau asam/cuka yang mula-mula digunakan. Tetapi dengan semakin meningkatkan teknologi, proses pengawetan makanan sudah tidak alamiah seperti dulu. Zat-zat yang ditambahkan pada makanan semakin sedikit yang bersifat alamiah, malah yang bersifat artifical (zat kimia) semakin banyak. Kami hanya akan bahas 3 pengawet makanan yang berbahaya yaitu formalin, boraks dan asam salisilat. Masalah formalin ini pernah heboh. Beberapa waktu lalu Badan Pengawasan Obat dan Makanan menemukan empek-empek dan mie basah yang dijual dibeberapa tempat di sumatera Selatan ternyata mengandung formalin. Belum lama ini, Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Jakarta pusat juga mendapati puluhan ayam berformalin dijual di sejumlah pasar tradisional. Sebenarnya apa bahaya formalin? Formalin tidak hanya bahaya jika dikomsumsi tetapi juga berbahaya jika kita melakukan kontak dengannya (melalui udara). Kita tahu formalin biasanya digunakan dokter forensic untuk mengawetkan mayat, bukan? Pedagang yang menggunakan formalin juga ingin dengannya awet. Paling tidak, jika barangnya tidak laku pada hari itu (ayam atau tahu atau mie atau yang lainnya) biasanya dijual kembali keesokan harinya dan tetap kelihatan segar.
    Bahaya formalin terhadap kesehatan: bersifat karsinogenik. Penelitian terhadap tikus dan anjing menunjukkan dapat mengakibatkan kanker saluran cerna. Penelitian lain terhadap pekerja tekstil akibat hirupan formalin meningkatkan resiko kanker tenggorokan dan hidung. Operasi pasar yang dilakukan oleh Badan POM, bulan Nov&Dec 2005 di Jakarta menemukan makanan yang positif mengandung formalin adalah ikan asin, mie, tahu. Di bulan September tahun 2008, ada lagi laporan Balai POM Sumbar di Padang, ditemukan makanan yang mengandung formalin, boraks dan pewarnanya tekstil, diantaranya es buah, kolak, cendol, mie dan sejumlah sambal.
    Oleh karena itu sebagai konsumen kita harus berhati-hati, jangan jajan sembarangan. Walaupun tidak semua pedagang tidak menggunakan formalin tetapi lebih bijaksana apabila kita berhati-hati. BORAKS: walaupun bukan pengawet tetapi boraks sering digunakan sebagai pengawet. Selain sebagai pengawet, boraks bias berfungsi sebagai pengenyal makanan. Contoh makanan yang sering ditambahkan dengan boraks, bakso, mie, kerupuk. Bahaya boraks bagi kesehatan: iritasi kulit, mata atau saluran pencernaan, gangguan kesuburan dan janin dan gagal ginjal. Berita terakhir dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat (22 Sept 08) menemukan aneka gorengan yang mengandung boraks di sejumlah pasar di kota Padang. Menurut Rossini Savitri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, dari sample yang diambil dari Dinas Kesehatan sebanyak 35% mengandung boraks umumnya berjenis makanan mie dan gorengan. Selain itu tim kesehatan juga menemukan makanan yang banyak mengandung veksin atau penyedap makanan. Dinas Kesehatan katanya akan melakukan pembinaan kepada pedagang. ASAM SALISILAT: digunakan agar sayuran dan buah-buahan tetap segar. Asam Salisilat bukanlah pestisida, melainkan sejenis antiseptic yang salah satu fungsinya untuk memperpanjang daya keawetan. Biasanya sayuran yang disemprot asam salisiat akan berpenampilan sangat mulus dan tak ada lubang bekas hama. PENGAWET lainnya yang diijinkan dengan batas maksimal yang harus dipatuhi: Asam benzoate, kalium benzoat, asam sorbet, kalium sorbet, natrium benzoate, natrium nitrat dan natrium nitrit dll. Semua ini dapat ditemukan pada saus tomat, sambal, kecap manis, acar dalam botol, margarine, buah kering, sirup, jam, jelli, keju olhan, sosis, burger, kornet dll.
      Penambahan pengawet Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat pada bahan pangan memang tidak dilarang pemerintah. Namun produsen hendaknya tidak menambahkan dua jenis makanan itu sesuka hati, karena bahan pengawet ini akan jadi berbahaya jika dikomsumsi secara berlebihan. Asosiasi Konsumen Penang pada tahun 1988 silam telah menyatakan bahwa berdasarkan penelitian Badan Pangan Dunia (FAO), konsumsi benzoate yang berlebihan pada tikus akan menyebabkan kematian dengan gejala-gejala hiperaktif, sawan, kencing terus menerus dan penurunan berat badan. Kasus pelanggaran pelabelan produk yang mengandung natrium benzoate dan kalium sorbet kerap kali ditemui. Tetapi memang belum ada upaya nyata dalam penanggulangan masalah ini dari aparat terkait, kata dr Nurhasan, peneliti dari Lembaga Konsumen Jakarta, Natrium benzoate banyak digunakan pada produk saus tomat, saus sambal dan kecap manis. Bahkan ditemukan ada 14 produk yang berlebihan batas maksimun penggunaannya.
     Sodium nitrit dan sodium nitrat adalah dua jenis kimia yang saling berkaitan yang digunakan untuk mengawetkan daging dan banyak digunakan untuk sosis. Masalah terjadi jika nitrat dan nitrit ini dipanaskan pada temperature tinggi (digoreng) dapat membentuk nitrosamine yang dapat menyebabkan kanker lambung.
PEMANIS:
    Korban terbesar BTM pemanis makanan adalah anak-anak. Hampir semua makanan manis untuk anak-anak mengandung pemanis buatan seperti sakarin, siklamat, aspartame. Sakarin (200700 kali manis gula/sukrosa) sering digunakan pada soft drink, selai, permen, jajanan pasar. Siklamat (30x) sering digunakan pada makanan kaleng atau makanan proses lain karena tahan panas. Pada hewan percobaan pemanis ini menyebabkan kanker kandungan kemih. Aspartam (160-220x) banyak digunakan sebagai pemanis buatan pada berbagai jenis makanan dan minuman terutama makanan dn minuman rendah kalori (makanan penderita diabetes, nol kalori, salat dressing, snack,soft drink). Aspartam pada saat ini masih merupakan gula buatan yang masih dianggap aman dibanding dengan sakarin dan siklamat. Perhatikan label makanan, sekarang banyak makanan yang menggunakan aspartame sebagai pemanis. Terlalu banyak komsumsi makanan yang mengandung aspartame dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko kerusakan system saraf, menstruasi yang sulit, dapat mempengaruh perkembangan otak janin, Alzheimer, lupus, multiple sclerosis maupun kanker otak. Wanita hamil sebaikanya menghindari produk yang mengandung aspartame (agar bayi yang lahir terhindar dari retardasi mental). Walaupun masih dianggap aman tetapi sebaiknya hindarilah ketiga jenis pemanis buatan tersebut apabila anda ingin sehat.
PEWARNA:
     Banyak ditemukan pada makanan buatan industri kecil dan jajanan pasar dan juga industri besar. Rhodamin B dan Metanil Yellow sering dipakai untuk mewarnai kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup manisan, tahu kuning. Rhodamin B dan Metanil Yellow adalah pewarna tekstil bukan food grade. Sebenarnya kemajuan teknologi, pewarna sintetis digunakan. Karena kelebihannya praktis menggunakannya dan lebih murah harganya. Penelitian menunjukkan bahwa pewarna buatan dapat menyebabkan hiperaktif pada anak-anak, infertilitas, cacat bayi, kerusakan liver dan ginjal, kanker, mengganggu fungsi otak dan kemampuan belajar dan kerusakan kromosom.
PENYEDAP:
     Apa sih tujuan pedagang menambahkan penyebab rasa? Agar makanan lebih enak bukan? Tetapi penyebab makanan tidak dibutuhkan oleh tubuh. Contoh yang terbaik adalah MSG (Monosodium Glutamat), sejak ditemukan pada tahun 1940, MSG telah digunakan berbagai makanan. Produk makanan cepat saji, makanan instant, makanan kaleng, makanan proses, makanan cemilan biasanya mengandung MSG dalam jumlah yang cukup banyak. Efek dari MSG adalah sakit kepala, gatal, mual, masalah sistim saraf dan reproduksi, tekanan darah tinggi, migrant, asma bahkan depresi. Chinese Restaurant Syndrome: umumnya terjadi pada orang-orang seusai mengkomsumsi masakan Chinese yang dikenal mengandung kadar MSG tinggi. Makanan yang sering kali sekali menimbulkan sindrom ini adalah sup. Mengapa? Karena sup dihidangkan paling awal sehingga akan memasuki saluran pencernaan dalam kondisi perut kosong, akibat MSG dapat dengan mudah terserap dalam darah sehingga menimbulkan efek yang disebutkan tadi, 20-30 menit setelah seseorang komsumsi MSG. Meski pembuktiannya menjadi perdebatan banyak pihak, ada baiknya jika sebagai konsumen kita harus berhati-hati.
      Setidaknya kita harus membatasi penggunaannya dan menggantikannya dengan bumbu alami seperti bawang putih dan rempah-rempah karena rasanya jauh lebih nikmat. Selain itu, dengan menggunakan bahan alami tentunya lebih sehat bukan? Ada lagi BTM sebagai pengemulasi, pemantap dan pengental pada produk ice crem, keju olahan, sardine kalengan, susu bubuk. Ada lagi pengatur keasaman (biasanya digunakan sebagai penegas ras dan warna atau penyelubung rasa yang tidak disukai, coklat, permen, keju olahan, ice crem, makanan kaleng, jam, jelly dll), pengeras (acar, buah kaleng). Ada lagi pemutih, pematang tepung. Warna tepung gandum yang masih baru biasanya kekuning-kuningan bahkan bias menjadi kecoklatan/keabuan sehingga warnanya tidak menarik. BHA dan BHT (Butylated Hydroxyanisole) dan (Bytylated Hudroxytoluene): digunakan untuk makanan yang mengandung lemak agar tidak cepat tengik. Menurut The International Agency for Research on Cancer, BHA kemungkinan bersifat karsinogen pada manusia. State of California juga menganggap ini karsinogen. Penelitian yang lain juga menunjukkan hal yang sama terhadap BHT. BHT diizinkan di Amerika tetapi dilarang di England. Efek bagi kesehatan adalah kerusakan lever dan ginjal, infertilitas, system imun rendah, cacat lahir dan kanker. Makanan yang mengandung BHA dan BHT: sosis, saos, potato chips, saus steik, shortening dll. Agar aman sebaiknya dihindari. Apabila kita perhatikan, sekarang banyak makanan yang mengandung BTM yang dapat merusak kesehatan kita. Walaupun ada BTM yang dikatakan aman, untuk dikomsumsi secara individu tetapi perlu diketahui sangat jarang sebuah makanan proses siap saji hanya mempunyai satu di dalam satu produk. Secara literal ada ribuan dari macam-macam kombinasi BTM yang sangat berbahaya. kesimpulannya bahan kimia tersebut kemungkian dapat menyebabkan mutasi melalui kerusakan kromosom atau menggunakan fungsi sistim imunitas tubuh dan telah dibuktikan menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan yang serius. Apabila anda ingin sehat hindarilah makanan kemasan, makanan restoran, makanan siap saji. Komsumsilah makanan masakan sendiri dirumah lebih aman.
      BAGAIMANA DENGAN ANAK-ANAK, KARENA SEKARANG BANYAK SEKALI MAKANAN KEMASAN UNTUK KOMSUMSI ANAK-ANAK? Anak-anak organ detoksanya atau organ untuk membuang zat yang berbahaya tidak seefektif orang dewasa. Sangat disayangkan dibanyak keluarga anak-anak justru yang lebih banyak mengkomsumsi makanan kemasan (contohnya snack, biscuit, cereal, chips dll) sehingga BTM ini mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap mereka. Tugas orang tualah yang menyediakan makanan bernutrisi dan menarik (karena saingannya adalah kemasan yang menarik diluaran dan rasanya). Makan sehat perlu penyesuaian. Mungkin ibu-ibu harus lebih sering berbelanja karena makanan natural lebih cepat rusak. Sekarang ini makanan yang bias tahan berbulan-bulan sudah dianggap normal apabila mereka menyimpannya di kulkas dan freezer (terutama makanan siap saji). Jadi jangan karena alasan praktis kita membeli makanan siap saji yang banyak mengandung BTM.
      Belilah makanan segar yang banyak dijual dipasar. Sebaiknya masak sendiri dirumah, jangan takut repot karena kalo sudah sakit lebih repot bukan? Perlu diketahui efek toksi dari BTM tidak langsung menimbulkan reaksi tetapi bersifat kumulatif sihingga menumpuk pada jaringan tubuh dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan kemudian hari. Mengapa anda membelanjakan uang untuk sesuatu yang nantinya akan membuat anda sakit?

sumber: www.tanjungbalaikota.go.id

Share ke :

About Syakir Rahman

Syakir rahman adalah seorang blogger, dan juga front-end web developer. Kunjung website pribadinya disini : http://www.syakirurohman.net
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar