Tumbuhan - Tumbuhan Tidak Berpembuluh

Tumbuhan yang ada di dunia ini memiliki keanekaragaman. Keanekaragaman inilah yang di jadikan dasar untuk pengelompokan organisme (klasifikasi makhluk hidup). Jika tumbuhan dalam satu kelompok di amati dengan lebih cermat, maka akan tampak bahwa di antara tumbuhna tersebut masih terdapat perbedaan. Anggota suatu kelompok akan lebih mirip satu sama lain di bandingkan dengan anggota kelompok lain. Jadi, pengelompokkan tumbuhan ke dalam beberapa kelompok di dasarkan pada adanya persamaan dan perbedaan cirri. Berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri morfologi, dunia tumbuhan di bedakan menjadi 2 kelompok, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh.

Kali ini saya hanya akan menjelaskan satu dulu yaitu tumbuhan tidak berpembuluh. Untuk membaca tumbuhan berpembuluh, klik aja di sini.

1.       Tumbuhan Tidak berpembuluh
Secara umum, struktur tubuh tumbuhan tidak berpembuluh masih sangat sederhana sehingga antara akar, batang, dan daunnya sulit di bedakan. Bagian-bagian tubuh tumbuhan itu sering di sebut talus. Ada yang berbentuk benang dan ada pula yang berbentuk lembaran. Tumbuhan tersebut hidup melekatkan diri dengan menggunakan rizoid. Di sebut tumbuhan tidak berpembuluh karena semua jenis tumbuhan tersebut tidak memiliki berkas pembuluh. Air dan zat hara yang di perlukannya di angkut dari sel-sel secara difusi dan osmosis. Jenis tumbuhan yang tergolong tidak berpembuluh adalah lumut.
a.       Lumut (Bryophyta)

 

Lumut banyak di temukan di tanah yang lembab dan terlindung dari cahaya matahari. Selain itu, ada pula yang hidup di air dan menempel di kulit pohon. Lumut merupakan jenis tumbuhan tidak berpembuluh yang sudah memiliki klorofil sehingga seluruh tubuhnya berwarna hijau dan dapat menyediakan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Tubuh lumut di bedakan antara sporofit dan gametofit. Sporofit adalah generasi tumbuhan pembentuk spora, sedangkan gametofit adalah generasi tumbuhan pembentuk sel kelamin (gamet).
Berdasarkan bentuk tubuhnya, lumut di bedakan menjadi dua kelas, yaitu lumut daun (Musci) dan lumut hati (hepaticae). 

 

 Lumut hati                                                  lumut daun

Lumut daun lebih tinggi tingkat perkembangannya daripada lumut hati.
Lumut daun memiliki daun-daun kecil yang tersusun dalam spiral serta memiliki serabut bulu pada batangnya. Tingginya berkisar antara 0,5 – 1,5 cm. Contoh lumut daun adalah Polytrichum commune, poginatum cirrhatum, sphagnum fubriatum, dan andreae rupestris.
Lumut hati berbentuk lembaran-lembaran dengan daun berwarna hijau dan bagian tepinya berlekuk-lekuk seperti cuping. Lumut hati tumbuh menggerombol dan tinggi hanya beberapa sentimeter. Rizoid yang berada pada permukaan bawah daun berfungsi untuk mengumpulkan zat hara dari tanah. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan Metzgeria conjugate.
Lumut mempertahankan kelestarian jenisnya dengan melakukan perkembangbiakan generatif dan vegetatif. Proses perkembangbiakan lumut berlangsung dengan pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu perkembangbiakan generative bergantian dengan perkembangbiakan vegetative.
Alat perkembangbiakan lumut terdiri atas arkegonium dan anteridum.
1.       Arkegonium, adalah gametangium betina yang berbentuk seperti botol, bagian yang melebar di sebut perut, dan bagian yang sempit di sebut leher. Arkegonium berfungsi sebagai penghasil sel telur (ovum).
2.       Anteridium,  adalah gametangium jantan yang berbentuk seperti gada. Anteridium berfungsi sebagai penghasil sel kelamin jantan (sel spermatozoid).
a.       Lumut kerak (Lichen)



Lumut kerak hidup epifit pada pepohonan, bebatuan, dan tanah yang tandus atau di tempat yang tidak dapat di tumbuhi tumbuhan lain. Oleh karena itu, lumut kerak mendapat julukan sebagai tumbuhan perintis.
Lumut kerak bukanlah tumbuhan tunggal, melainkan terdiri atas dua tumbuhan. Tumbuhan itu adalah ganggang dan jamur yang sama sekali berbeda jenisnya., tetapi dapat berpadu sebagai satu tumbuhan. Ganggang membuat makanan bagi keduanya, sedangkan jamur menyediakan air, garam mineral, dan perlindungan terhadap cuaca. Kerja sama semacam ini yang sering di sebut simbiosis mutualisme.
Parmelia acetabulum adalah lumut kerak berupa lembaran-lembaran seperti kulit yang hidup pada pohon-pohon dan batu-batu. Beberapa lumut kerak dapat bermanfaat bagi manusia, seperti Usnea barbata dan Usnea dasypoga merupakan salah satu ramuan dalam pembuatan jamu tradisional. Roccela tinctoria dapat di gunakan untuk membuat lakmus sebagai indikator kimia.


Share ke :

About Syakir Rahman

Syakir rahman adalah seorang blogger, dan juga front-end web developer. Kunjung website pribadinya disini : http://www.syakirurohman.net
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: